Berkas Tukang Pijat Gay Segera Dikirim ke Kejari

BALIKPAPAN  –   Selama hampir dua bulan, pemberkasan kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-Undang Pornografi, dengan tersangka Aripin Kuswana alias Abah Kumis akhirnya rampung. Pria berusia 53 ini merupakan warga Jalan Inpres II RT 47, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara.

Kanit Tipiter Satreskrim Polres Balikpapan, Ipda Henny Purba mengatakan, berkas kasus pelanggaran ITE dan Pornografi itu dinyatakan lengkap setelah berkasnya dilakukan penelitian pada Selasa (15/1) lalu. Pihak Kejari meminta agar tersangka serta barang buktinya segera dilimpahkan ke Kejari.

“Pihak kejaksaan sudah memberikan surat bahwa berkas tersangka kasus Undnag-Undang ITE dan Pornografi telah lengkap. Oleh karena itu kami akan melakukan pelimpahan ke Kejaksaan,” terang Henny, kemarin.

Rencananya pelimpahan tersangka Abah Kumis akan dilakukan pada Jumat (25/1) lusa. Nantinya selain tersangka, barang bukti kejahatan tersangka turut dilakukan pelimpahan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejari Balikpapan.

Hal ini sesuai dengan ketentuan pada Pasal 8 ayat (3) huruf b, Padal 138 ayat (1) dan Pasal 139 KUHAP, yang di mana menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti ke Kejakssaan, guna menentukan apakah perkara tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk dapat dilimpahkan ke pengadilan.

“Rencananya hari Jumat kami akan limpahkan baik tersangka maupun barang bukti,” ucapnya.

Dalam kasus ini Abah Kumis disangka melanggar Pasal 4 ayat (1) jo Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi, atau Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi  Elektronik (ITE).

Untuk diingat, terungkapnya kasus ini setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan terhadap salah satu grup LGBT di media sosial Facebook, polisi akhirnya mengamankan satu pelaku, yakni admin grup tersebut. Grup dengan nama “Gay Pijat Kota Balikpapan (Kaltim)” dan memiliki 576 anggota itu, kebanyakan memuat konten kesusilaan, saat itu.

 Pengungkapan bermula saat petugas kepolisian mendapati laporan adanya grup gay yang berisi konten pornografi. Petugas lantas melakukan serangkaian penyelidikan. Tak mudah untuk mengungkap kasus ini. Petugas harus kerja ekstra untuk bisa menangkap pelakunya. 

 Dari hasil penyelidikan, diketahui pembuat atau admin grup tersebut memiliki akun bernama Arifin Bpn. Setelah memastikan, polisi akhirnya menangkap Aripin Kuswana alias Abah Kumis (53) warga Jalan Inpres II RT 47, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara. Abah Kumis yang mengaku tukang pijat khusus laki-laki gay ini diringkus pada Senin, 26 November 2018 lalu sekira pukul 21.30 Wita di salah satu warung di Jalan Ahmad Yani. Ketika itu Abah tengah menunggu pelanggannya.

 Setelah ditangkap, Abah Kumis langsung digelandang ke Mapolres Balikpapan untuk diinterogasi. Di hadapan petugas, dia pun mengakui sebagai pembuat akun tersebut. Tujuannya untuk mencari pelanggan pijat plus-plus. Selain itu, petugas juga menemukan aplikasi Blued di handphonemilik pelaku. Aplikasi ini merupakan wadah pertemanan sesama jenis yang digunakan pelaku untuk mengirim gambar kelaminnya.

 Usai mengamankan tersangka dan barang bukti, kepolisian kemudian berkoordinasi dengan saksi ahli dan menyatakan bahwa kasus tersebut memenuhi unsur pidana kesusilaan.

author
No Response

Leave a reply "Berkas Tukang Pijat Gay Segera Dikirim ke Kejari"