Sidang Surianto Terduga Pelanggar Pajak Ditunda, Ini Penjelasan Kejari Balikpapan

BALIKPAPAN – Gelaran persidangan kasus dugaan pelanggaran pidana pajak daerah dan retribusi daerah dengan terdakwa Surianto (46), dinyatakan ditunda.

Semestinya persidangan masuk tahapan tuntutan jaksa tetapi diundur untuk ke minggu depan.

Hal ini disampaikan oleh Agus Priyatna, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Balikpapan, saat ditemui Tribunkaltim.co di ruang kerjanya, Jl Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (29/1/2019) pagi.

Semestinya, gelaran sidang pembacaan tuntutan berlangsung dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kota Balikpapan pada Selasa 29 Januari 2019 pagi.

Tetapi akhirnya ditunda, tidak bisa terlaksana.

Dia menjelaskan, ditundanya sidang hukum acara dengan agenda tuntutan jaksa karena sampai sejauh ini penyusunan yuridis untuk tuntutan hukum belum rampung, masih dalam proses pembuatan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) di Kota Samarinda.

“Masih disusun sama Kejati. Kami minta petunjuk sama Kejati, minta petunjuk soal susunan yuridis untuk tuntutan. Memang butuh proses panjang,” ungkap pria kelahiran 1 November 1969 ini.

Karena itu, tegas dia, persidangan untuk minggu ini ditunda hingga dilanjutkan lagi ke minggu depan. Kemungkinan besar, di minggu depan, penyusunan yuridis tuntutan terhadap terdakwa sudah bisa selesai.

“Minggu ini harus ditunda, dijadwalkan untuk digelar lagi pada selasa depan,” kata Agus, pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini.

Terdakwa Surianto merupakan pria kelahiran Medan, anak dari Nardy NG selaku Direktur PT Tunggal Unggul Nugraha yang berstatus wajib pajak berdasarkan Nomor Pokok Wajib Pajak PT Tunggal Unggul Nugraha.

Hal itu dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Balikpapan, 13 Juli 2000, yang disebut dalam dakwaan jaksa bahwa tahun pajak 2011 sampai tahun pajak 2012 telah dinyatakan, terdakwa diduga melakukan tindak pidana bidang perpajakan.

Posisi terdakwa Surianto, kapasitasnya sebagai orang sentral mengatur seluruh operasional perusahaan yang kegiatannya di sektor kontraktor dan supplier.

Namun temuan dilapangan ada keganjilan. Ini temuan yang dilakukan oleh Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelejen dan Penyidikan Kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

“Terdakwa sebagai wajib pajak PT Tunggal Unggul Nugraha sampaikan SPT masa PPN Januari sampai Desember 2011 isinya tidak benar atau tidak lengkap. Terdakwa juga tidak menyetorkan pajan Pertambahan Nilai yang telah dipotong,” ungkapnya.

author
No Response

Leave a reply "Sidang Surianto Terduga Pelanggar Pajak Ditunda, Ini Penjelasan Kejari Balikpapan"