Polres Lengkapi Berkas Perkara Kasus Kosmetik Ilegal, Minggu Depan Dilimpahkan ke Kejari

BALIKPAPAN – Tiga bulan lebih sudah, sejak dirilis 17 Januari 2019 lalu, kasus kosmetik illegal yang menjerat tiga perempuan muda di Balikpapan berlalu.

Namun hingga kini, mereka belum juga disidangkan. Polisi pun memastikan kasus tersebut masih terus berjalan.

Diketahui, tiga perempuan itu berinisial Er (25), Um (26) dan Nr (26). Mereka menjual kosmetik yang diduga illegal berlabel HS, LS (Lia Salon) dan RR, secara terpisah. Kosmetik berlabel LS diketahui milik Nr. Sedangkan HS milik UM dan RR milik ER.

Kepada awak media, Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Fitra, melalui Kanit Tipidter Polres Balikpapan, Ipda Henny Purba, mengatakan, ketiga tersangka yang berstatus tahanan kota itu memang belum disidang. Sebab, hingga saat ini, berkas ketiga tersangka tersebut belum dinyakatan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan.

 “Jadi untuk perkembangan kasus kosmetik illegal kasusnya masih P19, ada petunjuk dari kejaksaan bahwa secara formil berkas (kasus kosmetik ilegal) kami masih banyak kekurangan,” katanya saat ditemui di kantornya Mapolres Balikpapan, Kamis (9/5) siang.

Lebih rinci, dijelaskannya, berkas perkara kasus ini sebenarnya sudah pernah dilimpahkan kepada Kejari Balikpapan pada 25 Maret 2019. Namun berkas tersebut dikembalikan pada 23 April lalu, karena menurut Kejari masih ada ada data yang kurang lengkap.

Kekurangan tersebut, Henny menyebutkan, ada sekitar delapan hal yang menyebab berkas perkara itu belum P21. Salah satunya mengenai penemoran berkas perkara yang dinilai salah. Kemudian, pihak Kejari meminta Pasal yang disangkakan kepada tersangka diubah, namun dengan menggunakan Undang-undang yang sama. 

“Yang tadinya mungkin kami pasang di ayat 1, mungkin maunya di ayat 2,” jelasnya. “Dan masalah seperti ini hal yang biasa,” imbuhnya.

Meski banyak kekurangan, bukan menjadi alasan bagi kepolisian untuk menghentikan kasus ini. Henny menegaskan, pihaknya terus berupaya agar kasus ini bisa diterima oleh pihak Kejari. “Paling lama minggu depan, sekitar Selasa (14/5) kami akan limpahkan lagi berkasnya kepada Kejaksaan,” tegasnya.

Diterangkannya, jika Kejari telah menyatakan kasus ini P21, maka berakhirlah tugas kepolisian. Untuk selanjutnya, kasus kosmetik illegal ini akan ditangani oleh Kejari dan Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan. 

“Apabila berkasnya telah dinyatakan lengkap, maka kami akan terima P21. Ketika kami telah terima P21, maka kami akan limpahkan tersangka dan barang bukti “ke kejaksaan),” terangnya.

author
No Response

Leave a reply "Polres Lengkapi Berkas Perkara Kasus Kosmetik Ilegal, Minggu Depan Dilimpahkan ke Kejari"